Profil Hashim Djojohadikusumo - Berhasil Bertahan dari Badai Krisis di Indonesia


Hashim Djojohadikusumo merupakan salah satu pria yang terlahir dari keluarga terpandang. Karena ia merupakan anak bungsu dari Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo yang mana merupakan arsitektur ekonomi di masa orde baru dan Dora Sigar. Tidak hanya itu saja, Hashim Djojohadikusumo juga merupakan salah satu cucu dari pendiri Bank BNI di tahun 1946, yaitu Margono Djojohadikusumo. Hashim Djojohadikusumo lahir pada 1 Januari 1970, dengan nama panggilan Hashim Djojohadikusumo.

Pendidikan

Dalam hal pendidikan, Hashim Djojohadikusumo lebih banyak menghabiskan waktu pendidikannya di luar negeri. Yang mana setelah ia berhasil lulus SD di Jakarta, maka pada pendidikan SMP hingga SMA, Hashim Djojohadikusumo sudah mulai belajar di negeri orang. Pada saat SMP, beliau belajar di London, sementara di saat menduduki bangku SMA, beliau menghabiskan waktunya untuk belajar di Singapura.

Tidak hanya itu saja, Hashim Djojohadikusumo juga melanjutkan perjalanan kuliahnya pada salah satu universitas di Amerika Serikat di Pmonona College, Claremont University, California dengan mengambil jurusan ilmu politik dan ekonomi, hingga akhirnya ia berhasil meraih gelar sarjana.

Bisnis dan perusahaan

Dan pada saat beliau berhasil meraih gelas sarjana, ternyata disaat itu juga, Hashim Djojohadikusumo magang di sebuah bank investasi sebagai analis keuangan di Perancis, yang mana kemudian setelah ayahnya sudah tidak menjadi menteri, kemudian ia mulai memasuki dunia bisnisnya dengan menjadi direktur di Indo Consult, yang mana ini merupakan salah satu perusahaan ayahnya.

Berkat perkembangan bisnis dan perusahaan Hashim Djojohadikusumo yang semakin melaju pesat, maka akhirnya ia pun mulai mengakuisi PT. Semen Cibinong lewat perusahaannya bernama PT. Tirta Mas. Setelah itu, ia pun juga mulai menanamkan sahamnya di Bank Niaga dan Bank Kredit Asia, hingga ia menjadi benar-benar seorang konglomerat. Meskipun pada akhirnya, usahanya banyak yang berguguran akibat dari adanya krisis moneter di Indonesia, namun hal itu tidak membuatnya patah semangat.

Justru karena usahanya yang berguguran itulah ia akhirnya mengambil keputusan untuk melanjutkan usahanya ke luar negeri, yaitu Inggris, hingga akhirnya ia menetap di sana selama 9 tahun untuk menggeluti bisnisnya. Dan pada saat itulah, bisnisnya semakin maju dan semakin tersebar di mana-mana.

Dan karena keberhasilannya itu, dalam membangun usahanya di Inggris, akhirnya Hashim Djojohadikusumo kembali ke Indonesia untuk menyelamatkan perusahaan Prabowo Kiani Kertas. Karena pada saat itu perusahaan tersebut telah terlilit hutang dengan Bank Mandiri hingga Rp 1.9 triliun. Hingga akhirnya sekarang ini perusahaan Prabowo Kiani Kertas menjadi milik Hashim Djojohadikusumo seutuhnya.

Setelah berhasil menyelamatkan perusahaan Prabowo tersebut, Hashim Djojohadikusumo juga berhasil menguasai konsesi lahan hutan sebesar 97 hektar yang tersebar di Aceh Tengah, yang kemudian mendorongnya untuk terus memperluas jaringan bisnisnya hingga memiliki 3 juta hektar perkebunan, konsesi hutan, tambanga batubara, dan ladang migas di Aceh hingga ke Papua.

Itulah sebabnya dengan semua asset yang dimilikinya itu, Hashim Djojohadikusumo akhirnya dinobatkan sebagai salah satu pria terkaya di Asia dengan kekayaan mencapai US$ 850 juta atau jika dikurs kan bisa mencapai sebesar Rp 8.5 triliun. Sungguh angka yang fantastis.

Demikian biografi singkat Hashim Djojohadikusumo, yang begitu tangguh menghadapi setiap tantangan dalam kiprahnya di dunia bisnis.

Kembali ke atas