Martin Hartono, Anak Dari Milyuner Terkaya Di Indonesia, Berinvestasi Di Dunia Internet


Investasinya yang paling menguntungkan adalah pada Januari 2012 lalu ketika dia memutuskan mengambil alih saham situs komunitas Kaskus, Situs forum yang terbesar di Indonesia.

Martin Hartono menamatkan pendidikannya di Amerika Serikat dan memutuskan kembali ke Jakarta pada tahun 1998. Seolah  seperti tradisi diapun meneruskan kariernya di bisnis keluarga  Djarum Grup. Martin adalah salah satu dari tiga anak konglomerat terkaya di Indonesia R Budi Hartono yang ditafsir memiliki kekayaan hingga 15 miliar dola AS maka bisa dengan mudah diprediksi dia aka nada dalam lingkaran Djarum Grup.

Martin menghabiskan belasan tahun di Djarum Grup, Namun ternyat Djarum Grup bukanlah tempat yang sesuai dengan minat dan keinginan nya kendati selama di Djarum dia menjabat sebgai Direktur teknologi Bisnis, karena selama ada disana dia menganggap itu merupakan seperti pelatihan untuk dirinya, ketertarikannya akan dunia internet membuat dia memutuskan untuk berinvestasi dalam bidang perushaan-perusahaan internet. Martin selalu tertarik akan teknologi, sejak dulu saat dia mulai tertarik dengan game di Komputer kemudian saat di Amerika Serikat dia menyukai internet dan web surfing.

Kemudian pada 2010 dia memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri, Global Digital prima Venture adalah perusahaan yang dia pakai untuk berinvestasi di internet. Hal ini dipermudah saat sang ayah menyetujui keputusan yang dia ambil dan membuatnya semakin semangat menggeluti bisnis barunya ini. Martin yang kini berusia 39 tahun ini melihat penggunaan Facebook dan Twitter di kalangan pemuda Indonesia sangatlah cepat bahkan mereka saat ini adalah komunitas terbesar di dunia hal ini meyakinkan Martin bahwa akan ada hal besar yang bisa dilakukan dari kejadian ini apalagi saat dia teringat ucapan sang ayah “Salah satu taktik bisnis yang saya pelajari dari ayah saya adalah kesadaran waktu yang tepat dan tempat yang tepat.” Begitu ucapnya.

Sejak saat itu dia mulai membeli saham skala kecil maupun besar di situs situs yang ngetrend di negara Indonesia, dengan modal 100 juta dolar AS dia mampu membuat perusahaan yang berfokus pada investasi di internet. Investasinya yang paling menguntungkan adalah pada Januari lalu ketika dia memutuskan mengambil alih saham situs komunitas Kaskus, Situs yang dianggap terbesar di Indonesia ini memiliki anggota sebanyak 4,8 juta anggota dan pengunjung sebanyak 20 juta setiap harinya, selain itu dia juga menginvestasikannya ke dalam situs Infokost yang memuat informasi apartemen, studio di Jakarta yang banyak dikunjungi untuk mahasiswa maupun professional muda yang membutuhkan tempat kost. Selain itu Martin juga berinvestasi di Bibli, sebuah situs belanja popular dan situs olahraga popular Bolabob, Martin mengaku percaya pada beberapa situs yang berbeda jenis sehingga tidak terlalu terpaku pada satu jenis situs saja.

Dia juga menanamkan modalnya di perusahaan Merah Cipta Media yang merupakan agen pemasaran digital dimana salah satu pelanggan blue-chipnya adalah Microsoft Indonesia, Martin mengambil sebagian besar sahamnya di Merah Cipta Media pada 2010

Martin  bisa menunggu setidaknya lima tahun lagi untuk kembali pada investasi, kendala yang dia hadapi saat ini adalah keterbatasan SDM yang dimiliki Indonesia, karena banyak tenaga ahli IT yang memilih untuk bekerja di luar negeri dengan penghasilan dan penghidupan yang lebih baik daripada tinggal di negeri sendiri. Menurutnya saat ini fokusnya adalah membangun platform digital yang memudahkan pengguna untuk bisa berhubungan dengan mudah, masih menurut Martin suatu saat nanti ketika internet telah mencapai kondisi yang bagus di Indonesia, maka lebih  banyak lagi iklan yang masuk karena pada saat itu lebih banyak orang yang melihat layar internet dari pada melihat layar televisi.

Kembali ke atas