Profil Aburizal Bakrie - Orang di Balik Bakrie Group


Jika ditanya siapa yang tak kenal dengan Aburizal Bakrie? Pasti kebanyakan orang di Indonesia sudah mengenal beliau dengan baik. Pengusaha yang bernama lengkap Ir. H. Aburizal Bakrie ini sudah malang melintang di dunia bisnis Indonesia bahkan dunia. Aburizal Bakrie dilahirkan di Jakarta pada tanggal 15 November 1946. Aburizal Bakrie sudah menjalani bisnis pada tahun 1992 dengan cara melanjutkan usaha sang ayah yaitu menjadi pemimpin dari Bakrie Group. Bahkan di tangannnya, perusahaan ini menjadi semakin maju dan terkenal di Indonesia bahkan di dunia.

Keluarga

Ir. H. Aburizal Bakrie berasal dari keluarga yang memang cukup mapan. Ayahnya bernama Achmad Bakrie berasal dari Lampung yang merupakan pemimpin dari Bakrie Group dan bisnisnya lalu dilanjutkan oleh Aburizal Bakrie. Sedangkan ibunya bernama Roosniah Nasution berasal dari Langkat, Sumatera Utara. Pria yang kerap disapa Ical ini memang terlahir sebagai anak sulung. Beliau mempunyai 3 saudara yaitu Roosmania Odi Bakrie, Indra Usmansyah Bakrie, dan Nirwan Dermawan Bakrie. Ia menikah dengan seorang wanita bernama Tatty Murnitriati dan mempunyai 3 orang anak yaitu Anindya Novyan Bakrie, Anindhita Anestya Bakrie, dan Anindra Ardiansyah Bakrie. Yang menarik di sini adalah anaknya yang bernama Anindra Ardiansyah Bakrie menikah dengan artis papan atas yaitu Nia Ramadhani.

Pendidikan

Aburizal Bakrie berhasil menamatkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Elektro pada tahun 1973

Bisnis dan Politik

Untuk bisnis, awalnya Aburizal Bakrie melanjutkan usaha ayahnya di bidang rempah dan hasil perkebunan yaitu Bakrie Group  semenjak dirinya lulus dari ITB. Dibawah kepemimpinannya, Bakrie semakin sukses dan berkembang hingga merambah ke industri pertambangan, telekomunikasi, informasi, industri baja dan media massa. Selain menggeluti bidang bisnis, ternyata Aburizal Bakrie juga memiliki bakat di bidang politik. Pada tahun 1994, beliau berhasil menjabat sebagai Ketua Umum Kadin dan Persatuan Insinyur Indonesia.

Pada tahun 2004, Aburizal Bakrie memutuskan untuk beralih ke dunia politik. Pada saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Dan pada tahun 2009, beliau terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golongan Karya. Sejak saat itu beliau fokus ke dalam dunia politik di Indonesia.

Penghargaan dan Prestasi

Beberapa prestasi pernah diraih oleh pria yang kerap kali disapa Ical ini. Pada tahun 1986 Ical mendapatkan penghargaan dari Junior Chamber of Comerce “The Outstanding Young People”. Lalu pada tahun 1995 Aburizal mendapatkan penghargaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika sebagai pebisnis paling sukses tahun 1995. Lalu pada tahun 1997 ASEAN Business Forum memberikan penghargaan kepada Aburizal Bakrie sebagai “ASEAN Business Person of the Year”. Selain penghargaan, beliau juga mempunyai beberapa prestasi lain yaitu Ketua Bidang Dana Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) periode tahun 1985 sampai dengan 1993, Presiden Asean Chamber of Commerce and Industry di tahun 1996 sampai 1998, dan prestasi yang paling baru diraihnya adalah sebagai Ketua Umum DPP Partai GOLKAR untuk periode 2009 sampai dengan 2014.

Kekayaan

Pada tahun 2007, keluarga Bakrie dikabarkan majalah Forbes sebagai orang terkaya di Indonesia. Menurut majalah tersebut, Aburizal bisa melipatgandakan kekayaannya sehingga bisa menjadi orang terkaya di Indonesia. Bahkan dalam setahun saja beliau bisa menambah kekayaannya hingga 5 kali lipat. Ini mengakibatkan posisi Sukanto Tantono yang saat itu merupakan orang terkaya di Indonesia harus tergeser oleh Aburizal Bakrie. Namun pada tahun 2010 kekayaannya menurun dan menduduki 10 besar orang terkaya di Indonesia dan tahun 2011 juga menurun sehingga Aburizal Bakrie menduduki posisi ke 30 jajaran orang terkaya di Indonesia. Demikian biografi singkat Aburizal Bakrie.

←More from Aburizal Bakrie

Kembali ke atas