Profil Hary Tanoesoedibjo, CEO MNC Group

foto-profil-hary-tanoesoedibjo

Siapakah Hary Tanoesoedibjo yang tiba-tiba muncul di publik dan kini mendeklarasikan diri menjadi calon wakil presiden RI 2014? Meski terhitung baru di dunia politik namun tiba-tiba menyasar pucuk pimpinan bangsa ini.

Hary Tanoe mulai dikenal luas melalui kiprahnya di dunia bisnis yang memegang pucuk pimpinan (CEO) MNC Group yang merupakan grup bisnis media terbesar di Indonesia. Bisnis ini kemudian mengantarkan namanya masuk daftar orang terkaya di Indonesia yang membuat nama Hary Tanoe semakin meroket. Sejak 2011, Hary Tanoe mulai masuk ke dunia politik dan pada 30 Juni 2013 diangkat sebagai Ketua Dewan Pembina partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Pendidikan

Hary Tanoe dikenal sebagai orang yang pintar setelah menamatkan sekolah menengah di SMAK St. Louis Surabaya kemudian melanjutkan pendidikan di universitas bergengsi di Kanada yaitu Carleton University, Ottawa. Beliau berhasil menggenggam gelar Bachelor of Commerce (setingkat sarjana) pada tahun 1988. Setelah lulus dari program Bachelor, beliau meneruskan pendidikannya di Ottawa University dan meraih gelar MBA (Master of Business Administration) pada tahun 1989. Tidak salah kalau Hary dikenal pintar sehingga dalam waktu satu tahun saja beliau sudah mampu mengantongi gelar Masternya.

  • SMA/sederajat: SMAK St. Louis, Surabaya
  • Bachelor of Commerce, Carleton University, Ottawa, Kanada
  • Master of Business Administration, Ottawa University, Ottawa, Kanada

Kiprah di Dunia Bisnis

Bhakti Investama

PT Bhakti Investama Tbk sewaktu pertama kali didirikan pada tahun 1989 bernama PT Bhakti Investments yang bergerak di bidang brokerage saham. Ketika go publik, namanya berubah menjadi PT Bhakti Investama Tbk. Kemudian di tahun 2013 PT Bhakti Investama Tbk berubah nama lagi menjadi PT MNC Investama yang sah secara hukum pada tanggal 23 Agustus.

Momentum krisis 1998

Hary Tanoe memiliki sudut pandang positif terhadap krisis. Ia justru berpandangan bahwa dalam krisis terdapat banyak peluang. Makanya, pada krisis 1998, saat banyak pemilik usaha yang menjual perusahaannya, Hary Tanoe melalui Bhakti Investama justru memanfaatkan kesempatan untuk melakukan merger dan akuisisi banyak perusahaan dengan harga yang murah. Dan pada tahun 2000, Hary Tanoe mengambil alih sebagian saham PT Bimantara Citra Tbk yang ketika menjadi pemilik saham dominan, namanya dirubah menjadi PT Global Mediacom Tbk.

Perusahaan di bawah kendali MNC Investama (PT MNC Investama Tbk):

  • PT Global Mediacom Tbk
  • PT MNC Capital Indonesia Tbk
  • PT MNC Sky Vision Tbk
  • PT Media Nusantara Citra Tbk
  • PT Indonesia Air Transport, Tbk (IATA)

3 stasiun televisi nasional MNC Media

  • RCTI
  • MNCTV
  • GlobalTV

Jabatan yang pernah dipegang Hary Tanoe, diantaranya

  • Presiden Eksekutif Grup PT Bhakti Investama Tbk pada tahun 1989, pendiri sekaligus pemegang saham
  • Direktur utama PT Bimantara Citra Tbk, sekaligus pemilik saham 40%, sejak tahun 2002
  • Presiden dan CEO Grup PT Global Mediacom Tbk, sejak tahun 2002
  • Presiden dan CEO Grup PT MNC Citra Tbk (MNC), sejak tahun 2004
  • Direktur Utama PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), sejak tahun 2003
  • Komisaris Utama PT MNC Sky Vision, sejak tahun 2001

Masuk daftar orang terkaya di Indonesia versi forbes

Sejak tahun 2007 Hary Tanoesoedibjo bos MNC Group sudah masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah bisnis dunia, forbes.

  • 2013: peringkat #22 terkaya Indonesia, kekayaan 1,35 miliar dolar AS
  • 2012: peringkat #29 terkaya Indonesia, kekayaan 1,04 miliar dolar AS
  • 2011: peringkat #22 terkaya Indonesia, kekayaan 1,19 miliar dolar AS
  • 2010: peringkat #33 terkaya Indonesia, kekayaan 595 juta dolar AS
  • 2009: peringkat #28 terkaya Indonesia, kekayaan 410 juta dolar AS
  • 2008: peringkat #22 terkaya Indonesia, kekayaan 240 juta dolar AS
  • 2007: peringkat #15 terkaya Indonesia, kekayaan 815 juta dolar AS

Kiprah di Dunia Politik

Bergabung dengan partai Nasdem

Hary Tanoesoedibjo mulai memasuki dunia politik sejak 9 Oktober tahun 2011 yang memutuskan bergabung di Partai Nasdem bentukan Surya Paloh, pemilik MetroTV. Pada saat itu pula nama Hary Tanoe mulai dikenal dengan seringnya muncul di iklan TV sebagai Ketua Dewan Pakar dari partai Nasdem.

Mengundurkan diri dari partai Nasdem

Selama hampir 2 tahun, Hary Tanoe telah memberikan kontribusi yang besar bagi partai Nasdem hingga mendaftarkan partai Nasdem secara resmi di KPU. Tepat tanggal 8 Januari 2013, Partai Nasdem dinyatakan sebagai partai politik pertama yang lolos verifikasi dan menjadi peserta pertama pemilu 2014. Namun, ini pulalah yang menjadi awal perpecahan di tubuh partai Nasdem. Karena perpecahan internal semakin meruncing membawa Hary Tanoe mengundurkan diri secara resmi pada tanggal 21 Januari 2013.

Memilih partai Hanura dari beberapa partai yang merapat

Setelah meninggalkan Nasdem, Hary Tanoesoedibjo “diinginkan” oleh banyak partai. Namun Hary Tanoe memilih partai Hanura dengan berbagai pertimbangan yang diantaranya karena figur Wiranto dan keterbukaan partai Hanura untuk menerima Hary Tanoe beserta faksinya yang keluar dari Nasdem. Dan pada tanggal 17 Februari 2013 Hary Tanoe resmi menjadi bagian dari partai Hanura.

Deklarasi capres-cawapres partai Hanura (WIN-HT)

Setelah empat bulan bergabung dengan partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo yang mendapat jabatan sebagai ketua dewan pembina partai Hanura dideklarasikan pada tanggal 2 Juli 2013 menjadi calon wakil presiden 2014 mendampingi Wiranto. Disamping itu, dua hari sebelumnya Hary Tanoe juga telah dilantik sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu partai Hanura untuk menghadapi perhelatan akbar 2014 mendatang.

Kegiatan Non-Bisnis Non-Politik

Jabatan yang pernah dijabat Hary Tanoe

  • Bendahara KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), periode 2003-2007

Hary Tanoe juga kerap kali diundang di acara seminar dan pembicara tamu di perguruan tinggi.

Kontroversi

Issue Miring Hary Tanoe menikmati warisan cendana

Dalam sebuah diskusi di kediaman Ketua Umum Persaudaraan Alumni HMI, Busrah Zarnubi, Pancoran, Jakarta Selatan pada 10 Maret 2012, membahas para konglomerat yang kongkalikong dengan keluarga cendana. Dalam diskusi itu disebutkan sekitar 200 orang konglomerat yang “curi” uang rakyat senilai 5.000 Triliun rupiah. nama dari pimpinan MNC Group ini turut disinggung.

Hary Tanoesoedibjo sendiri mengaku tidak pernah menerima sepeserpun dari keluarga cendana. Meski begitu, Hary Tanoe tidak membantah memiliki kedekatan dengan keluarga cendana. Akan tetapi, menurut bos MNC grup itu, kedekatannnya itu hanya dengan Bambang Tri Hatmojo, putra presiden Soeharto. Hal itu menyangkut hubungan profesional di perusahaan milik Bambang, PT Bimantara Citra. Dimana Hary Tanoe lama berkarir hingga menjadi direktur utama.

Dan berdasarkan data yang diungkap media, Hary Tanoe pada saat itu memiliki saham 40% Bimantara Citra menjadi salah satu anggota dewan komisaris.

Keluarga

Ayah Hary Tanoe, Ahmad Tanoesoedibjo

Ayah Hary Tanoe yang bernama Ahmad Tanoesoedibjo adalah seorang Tionghoa muslim. Beliau bahkan pernah menjabat sebagai Ketua China Muslim se-Jawa Timur dan dikenal dekat dengan mendiang Gus Dur. Meski begitu, putra bungsu Ahmad Tanoe, yakni Hary Tanoe, kini memeluk agama kristen. Karena itu Hary Tanoe disebut oleh FPI sebagai orang murtad dan kafir.

Istri Hary Tanoe, Liliana Tanaja Tanoesoedibjo

Hary Tanoesoedibjo yang keturunan Tionghoa memiliki istri yang aktif di dunia kecantikan, pemilik yayasan Miss Indonesia dan penyelenggara kontes kecantikan Miss World 2013 di Bali. Liliana Tanoesoedibjo juga tergabung di MNC Group dan ikut membantu suaminya untuk mengoperasikan yayasan sosial yang telah dibangun Hary Tanoe yakni Persatuan Indonesia (PERINDO).

Riwayat Hidup

Biodata pribadi

  • Nama: Hary Tanoesoedibjo (Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo)
  • Lahir : Surabaya, Jawa Timur 26 September 1965
  • Tempat Tinggal: Jakarta, Indonesia
  • Agama: Kristen
  • Suku/Etnis: Tionghoa (china)
  • Kebangsaan: Indonesia

Kontak

Keluarga

  • Istri: Liliana Tanaja Tanoesoedibjo
  • Anak: 5 orang
    • Angela Herliani Tanoesoedibjo
    • Valencia Herliani Tanoesoedibjo
    • Jessica Herliani Tanoesoedibjo
    • Clarissa Herliani Tanoesoedibjo
    • Warren Haryputra Tanoesoedibjo
  • Ayah: Ahmad Tanoesoedibjo
  • Saudara kandung (Hary Tanoe bungsu dari 3 bersaudara)
    • Hartono Tanoesoedibjo
    • Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo

Demikian profil atau biografi singkat Hary Tanoesoedibjo. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Leave a Reply