Profil Kiki Barki - Meningkatkan Kekayaan di Bursa Saham


Tidak mudah bagi para pengusaha untuk meraih kesuksesannya. Meraih ranking untuk menjadi orang terkaya di Indonesia bukanlah suatu perkara yang mudah. Keluarga Barki merupakan salah satu keluarga kaya yang berhasil meraih kesuksesan mereka. Selain memiliki suatu perusahaan bisnis dengan hasil yang fantastis, Barki juga perlu mendapatkan suatu prestasi yang membanggakan di bidang usaha bisnis. Kebanyakan pengusaha ini melakukan beberapa macam bisnis baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Persaingan di bursa saham Indonesia maupun luar negri berjalan semakin ketat. Oleh karena itu, keluarga Barki memanfaatkan kesempatan mereka untuk bersaing di ajang bursa saham demi mendapatkan keuntungan di bursa saham dunia.

Kiki Barki adalah salah satu pengusaha bisnis yang memperoleh kesuksesan yang diakui dunia. Berdasarkan majalah Forbes, Barki masuk kedalam daftar 40 orang terkaya yang ada di Indonesia. Kekayaan yang didapatkan oleh beliau ialah sekitar 72 triliun. Jumlah kekayaan Barki telah meningkat pesat. Di antara beberapa daftar orang terkaya di dunia, ada tujuh pendatang baru lainnya yang juga memiliki kekayaan berlebih salah satunya ialah Barki dengan perusahaan tambang batu bara dari PT Harum Energy TBK. Saat ini Kiki berusia 71 tahun dan telah mencapai puncak kejayaannya. Di awal bisnisnya, Kiki merambah pangsa pasar batu bara sedikit demi sedikit. Setelah itu, ia mulai mencatatkan saham perusahaannya sehingga dapat masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia mulai Oktober 2010. Di penawaran perdananya, perusahaan ini berhasil melepas 500 juta saham dengan harga saham yaitu Rp 5.200,- per unit. Dengan pelepasan saham ini maka perseroan ini mampu meraup omset sebesar 1,04 triliun. Dengan ini maka Harum Energy menjadi salah satu perusahaan produsen batu bara yang terbesar di Indonesia. Sampai detik ini, target produksi yang terjual ialah sebesar 7,4 juta ton batu bara. Peningkatan penjualan batu bara saat ini ialah sebesar 75% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan hasil penjualan yang cukup fantastis ini maka perusahaan ini juga telah mengalami peningkatan yaitu sebesar lima kali lipat. Posisi sebagai perusahaan pertambangan terbesar di Indonesia pun masih terus diraih oleh perusahaan ini. Dengan usaha dari Barki, maka perusahaan ini terus mengalami kemajuan dalam penjualannya.

Saat ini, Barki masih terus mencoba untuk mempertahankan kepemilikan mayoritas dari perusahaan yang saat ini telah dijalankan oleh putranya sendiri yaitu Lawrence Barki yang menjadi seorang presiden komisaris di perusahaan Harum Energy. Mempertahankan kepemilikan suatu perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara karena salah satunya ialah dengan menjadikan mayoritas saham perusahaan menjadi milik sendiri. Selain di wilayah Indonesia, Barki juga telah sukses mencatatkan perusahaannya di bursa saham negera lain. Selain itu, beberapa saham yang juga dimiliki oleh Barki ialah saham di Cockatoo Coal yang berasal dari Australia.

↑ Back to Top