Profil Li Ka-Shing - Orang Terkaya di Asia


Sir Ka-Shing Li atau yang lebih terkenal dengan nama Li Ka-Shing adalah seorang entrepreneur yang berasal dari Negeri Tirai Bambu. Beliau lahir pada tanggal 13 Juni 1928 di Chaozhou, China. Li Ka-Shing merupakan satu-satunya orang di benua Asia yang masuk 10 besar orang terkaya di dunia. Beliau merupakan Chief Hutchison Whampoa Limited (HWL) dan Cheung Kong Holdings. Perusahaan itu adalah perusahaan operator terminal kontainer dan pengecer kecantikan yang terbesar di dunia.

Keluarga

Masa kecil Li Ka-Shing tidaklah sebahagia masa kecil orang lain pada umumnya. Beliau lahir di Chazhou, Guangdong, Cina. Ia merupakan keturunan dari keluarga Teochew. Namun pada saat usianya baru menginjak 15 tahun, ia harus kehilangan ayahnya dan juga sekolahnya. Ia harus mencari pekerjaan untuk menyambung hidup dan kemudian ia menemukan pekerjaan di perusahaan perdagangan plastik. Ia juga harus bekerja selama 16 jam dalam sehari. Namun berkat keuletannya, akhirnya ia bisa mendirikan perusahaannya sendiri di usianya yang ke-22 tahun. Disinilah awal mula kehidupannya sebagai wirausahawan dimulai.

Bisnis dan Perusahaan

Berawal dari pengalamannya bekerja di perusahaan perdagangan plastik membuat Li menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Walaupun ia harus kehilangan ayah dan pendidikannya sewaktu masih remaja, namun Li tidak patah semangat. Bahkan pada tahun 1950 beliau berhasil memulai usahanya secara mandiri dengan mendirikan sebuah perusahaan dengan nama Cheung Kong Industries. Untuk mendirikan perusahaannya, ia meminjam modal dari keluarga dan teman-temannya. Li Ka-Shing memang mengerti bagaimana membuat plastik dengan kualitas bagus namun mempunyai harga yang murah dan terjangkau.

Pada tahun 1971, Li Ka-Shing mendirikan sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang real estate yang kemudian diberi nama Cheung Kong. Perusahaan ini berkembang pesat oleh Li. Pada tahun 1979 Li Ka-Shing mengakuisisi perusahaan Hutchinson Whampoa Limited dari HSBC dan akusisi tersebut menghasilkan Li menjadi seorang konglomerat yang sangat berpengaruh di bidang kontainer. Ia menginvestasi hartanya ke fasilitas pelabuhan kontainer di seluruh dunia dan membuat Li menguasai 13% dari seluruh pelabuhan kontainer yang ada di dunia.

Yang membuat Li Ka-Shing semakin kaya adalah adanya anak perusahaan dari Hutchison Whampoa yang bernama AS Watson Group. Perusahaan yang disingkat ASW ini adalah perusahaan operator ritel yang mempunyai toko lebih dari 7.800 dan merek ritelnya sudah sangat terkenal di beberapa Negara sepertiSuperdrug di Inggris, Marionnaud di Perancis, Kruidvat di Benelux, dan di Asia juga banyak yaitu gudang anggur, supermarket Park ‘n’ Shop, dan toko Benteng Alat Listrik.

Pada tahun 2001, Hutchison Whampoa berhasil menjual kepemilikannya di Orange Mannesmann Group. Karena kecerdikan dari perusahaan ini dalam berjualan asset, Hutchison Whampoa berhasil memperoleh keuntungan sebanyak 15.2 Milyar dollar. Hutchison Telecommunication juga menjual sahamnya kepada Vodafone sebanyak 67% dan berhasil memperoleh keuntungan hingga mencapai 11 Miliar dollar.

Harta dan Kekayaan

Berkat usaha dan pengalamannya dalam bidang bisnis, kini Li Ka-Shing menjadi bagian daftar orang terkaya di dunia. Bahkan satu-satunya orang terkaya di Benua Asia yang masuk 10 besar. Perusahaan yang dibangunnya berkembang pesat dan memperoleh keuntungan yang sangat banyak. Pada tahun 2012, majalah Forbes menobatkan Li Ka-Shing menjadi orang terkaya di dunia urutan ke 9. Harta kekayaannya pada tahun 2012 ini mencapai 25,5 Milliar dollar.

Demikian biografi singkat Li Ka-Shing, satu-satunya orang Asia yang berhasil masuk daftar 10 orang terkaya di dunia versi forbes.

Kembali ke atas