Menyimak Profil Theodore Rachmat dan Perjalanan Kesukesannya


Indonesia rupanya dibanjiri oleh sejumlah nama pebisnis handal yang memiliki kemampuan bisnis yang luar biasa. Salah satu nama yang sering disebut di berbagai media adalah Theodore Rachmat. Pebisnis ini adalah keponakan dari William Soeryadjaya dan dipercaya untuk mengelola cabang-cabang perusahaan yang dimilikinya. Berangkat dari situlah Theodore mencapai kesuksesan di berbagai bisnis dan melambungkan namanya di tengah-tengah masyarakat.

Theodore P. Rachmat merupakan mantan mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan menyandang gelar sarjana teknik mesin pada tahun 1968. Meskipun dia adalah keponakan dari pengusaha terkenal namun dia tidak hanya mengandalkan koneksi tetapi juga beliau rajin belajar dan berupaya sendiri. Pada awalnya beliau berusaha mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT Porta Nigra. Pendirian perusahaan itu dilakukan pada tahun 1970. Theodore tidak menjalankan perusahan tersebut sendiri tetapi dengan dibantu oleh kakaknya yang bernama Benedictus Purwanto Rachmat. Dia tidak serta merta menjadi pegawai untuk perusahaan-perusahaan pamannya. Akan tetapi mengawali kemampuan bisnsinya dengan melakukan magang di Gevehe B yang merupakan perusahan Belanda. Bahkan Theodore sempat menjadi salesman untuk alat berat di Allis Chalmers Astra. Berkat kemampuannya, akhirnya setelah bekerja selama satu tahun, beliau diangkat menjadi direktur PT Astra Honda Motor. Dari sinilah beliau memulai karirnya di Grup Astra. Pada tahun 1984 beliau diangkat sebagi Presiden Direktur untuk PT Astra Internasional.

Perjalanan karir Theodore Permadi Rachmat pun berjalan dengan baik meskipun harus vakum sealama dua tahun, tapi akhirnya beliau mendapatkan kepercayaan kembali untuk memimpin Grup Astra. Dia kemudian diberi kepercayaan lain untuk memimpin anak-anak perusahaan yang dimiliki pamannya. Secara bertahap Theodore mulai memiliki saham yang diawali dengan saham pemberian pamannya. Salah satu saham yang dia miliki adalah di PT Surya Semesta Internusa Tbk sebanyak satu persen. Setelah cukup pengalaman bergelut di dunia tanam saham, beliau akhirnya mulai menanam saham lagi di PT Windu Tri Nusantara. Kebetulan perusahaan ini bergerak di bidang investasi yang terus berkembang.

T.P. Rachmat rupanya memiliki trik sendiri dalam menjalankan usahanya. Bisnisnya dilakukan dengan dua pola yaitu dengan memisahkan perusahaan induk dan pribadi. Kemudian dia memulai mendirikan perusahan induk baru yaitu PT Tripel A Jaya pada tahun 1979. Setelah lima belas tahun perusahaan induk ini pun bertambah sebanyak satu unit yang diberi nama PT Trikirana Investindo Prima. Tujuan didirikannya PT Triple A Jaya ini awalnya adalah untuk mewakili unit-unit perusahaan. Perusahan ini pun berkembang dengan sangat baik sehingga muncul berbagai unit baru. Dengan kemampuan manajemen Theodore yang baik, akhirnya semua perusahaan yang dipimpinnya berkembang pesat dan semakin menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu. Dari sinilah pada akhirnya Theodore menjadi pengusaha yang kaya raya di Indonesia.

Demikian biografi singkat Theodore Rachmat, Alumni Institut Teknologi Bandung yang menembus daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.

↑ Back to Top