Kisah Sukses Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta WidjajaEka Tjipta Widjaja lahir di Coana Ciu, Fujian, Cina pada 3 Oktober 1923. Ketika berusia 9 tahun, dia dibawa keluarganya berimigrasi ke Makassar pada tahun 1932. Kala itu dia masih memakai nama Oei Ek Tjhong. Untuk biaya pindah ke Indonesia, orang tuanya harus berhutang pada rentenir dengan bunga cukup tinggi. Kondisi ekonomi orang tuanya yang terbatas, membuatnya hanya mampu menamatkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar saja. Tapi berkat kegigihannya dalam berbisnis, Eka Tjipta Widjaja berhasil menempati jajaran orang terkaya di Indonesia. Perjalanan bisnis pendiri dan pemilik Sinar Mas Group ini menjadi kisah orang sukses yang layak diteladani.

Bisnis biskuit dan kembang gula dengan jaminan ijazah SD

Kemampuan bisnis Eka Tjipta Widjaja telah diasah sejak usia 15 tahun. Ketiadaan modal tak mengurungkan niatnya untuk berwirausaha. Awalnya dia berkeinginan untuk berjualan biskuit dan kembang gula dengan mengambil di toko grosir. Sayangnya jalan tak selamanya mulus, dia ditolak mengambil barang karena tidak memiliki modal kulakan. Jalan terbuka, ketika pemilik toko berkenan menerima ijazah SDnya sebagai jaminan pengambilan barang dagangannya.

Eka memang telah bertekad untuk mengubah nasib keluarga. Sehingga berbagai rintangan dia hadapi tanpa putus asa. Semangat kerja keras dan ulet membuahkan hasil yang menggembirakan. Dia berhasil menjual dagangannya ke berbagai toko di Makassar. Setiap hari dengan berkendara sepeda, dia sangat semangat menawarkan dagangannya. Hanya dalam waktu dua bulan saja, dia berhasil mengantongi laba sebesar Rp 20. Saat itu, harga beras per kilonya hanya sekitar 3-4 sen. Keuntungan tersebut digunakan untuk investasi bisnis dengan membeli sebuah becak guna mengangkut barang dagangan lebih banyak lagi.

Penjajahan Jepang di Indonesia membawa dampak buruk untuk bisnis Eka Tjipta Widjaja. Bisnis yang dikembangkannya dengan sudah payah itu terpaksa harus gulung tikar. Sebenarnya tidak hanya dia yang menderita kesulitan, semua warga Makassar turut merasakan kesulitan ekonomi. Berbagai kebutuhan harian sangat sulit ditemukan di kota ini. Bisnis yang terhenti membuat tabungannya sebesar Rp 2.000 habis untuk belanja kebutuhan harian.

Kontraktor kuburan mewah

Keterpurukan bisnis tak membuatnya berputus asa dan mulai berpikir ide bisnis baru. Supaya tujuannya bisa segera tercapai yaitu memperbaiki kehidupan keluarga. Dia berkeliling Makassar dengan sepedanya berharap bisa mendapatkan peluang bisnis. Sampailah dia di kawasan Paotere dan melihat ratusan tentara Jepang sedang menjaga tawanan tentara Belanda. Dia tertarik dengan besi-besi bekas, bongkahan semen dan berbagai barang lainnya. Ide bisnis kemudian mengalir deras di otaknya.

Eka kembali mengayuh sepedanya menuju rumah untuk bersiap guna membangun tenda di kawasan yang baru dilihatnya tadi. Dia berencana untuk menjajakan makanan dan minuman bagi tentara Jepang di lokasi tersebut. Keesokannya, Eka sudah berada di Paotere sejak jam empat pagi. Dia membawa berbagai bahan minuman, seperti kopi dan gula. Berbagai peralatan makan dan minum ikut dibawanya, seperti sendok, cangkir, oven kecil berisi arang guna merebus air panas, kaleng bekas minyak tanah berisi air dan peralatan lainnya. Berbagai peralatan tersebut dipinjam dari ibunya. Untuk menu makanannya, dia meminjam enam ekor ayam dari ayahnya. Dia lalu memasaknya menjadi ayam putih gosok garam. Melalui teman-temannya, dia juga meminjam botol anggur, botol brandy dan botol whisky.

Persiapan yang matang, membuatnya telah siap berjualan ketika jam tujuh pagi. Karena setiap jam tujuh pagi, 30 tentara Jepang dan tawanan Belanda mulai berdatangan untuk memulai bekerja. Sayangnya tak satupun dari mereka menghampiri warungnya hingga jam sembilan pagi. Akhirnya, Eka mencoba mendekati pemimpin dari tentara Jepang. Eka berinisiatif untuk memberikan sajian gratis untuk dicicipinya. Sajian ayam yang ditambahkan bawang putih dan kecap cuka, serta kenikmatan whisky ternyata memanjakan lidah pemimpin tentara Jepang tersebut. Sehingga semua tentara Jepang dan tawanannya diajak menikmati sajian nikmat yang disediakan Eka. Kemudian Eka meminta untuk membawa semua barang yang dibuang di lokasi tersebut.

Eka tidak mau membuang waktu, dia segera mengerahkan teman-temamnya guna mengangkut berbagai barang tersebut. Dia memberikan upah sebesar 5 hingga 10 sen kepada teman-temannya tersebut. Becak digunakan untuk mengangkut barang menuju rumahnya. Hingga rumah, halaman rumah bankan separuh halaman tetangga dipenuhi barang-barang tersebut. Kemudian, Eka memilah barang yang bisa dijual dan dipakai sendiri. Seperti tumpukan terigu yang masih layak dikonsumsi dipisahkan, yang keras ditumbuk lagi supaya bisa dikonsumsi. Dia juga belajar menjahit karung guna menyimpan terigu tersebut.

Kondisi perang membuat berbagai bahan bangunan dan kebutuhan harian sulit diperoleh. Keadaan ini membuat terigu, semen, arak Cina dan berbagai kebutuhan lainnya sangat mahal. Karena itu puing-puing dan berbagai barang yang didapatkan itu sangat bernilai ekonomis. Terigu kemudian menjadi komoditi bisnisnya. Awalnya harga terigu sekitar Rp 50, kemudian dinaikan Rp 60 hingga Rp 150 per karungnya. Semen dijual mulai harga Rp 20 hingga dijual seharga Rp 40 per karung.

Dia menghindari menjual semen kepada kontraktor. Sehingga ketika ada kontraktor berminat untuk membeli semen guna membangun kuburan orang kaya, dia langsung menolaknya. Eka pun berpikir untuk menjadi kontraktor kuburan orang kaya. Dia menetapkan harga pembangunan kuburan mewah sebesar Rp 3.500 hingga Rp 6.000 per unitnya. Dia mengupah pekerjanya Rp 15 per hari dengan tambahan 20% saham kosong selama pembangunan enam kuburan mewah. Bisnis kontraktornya diakhiri, karena stok semen dan besi beton telah habis.

Eka kemudian beralih berbisnis kopra. Dia mencari komoditi kopra yang murah ke kawasan Selayar yang berada di selatan Sulawesi Selatan dan ke berbagai sentra kopra lainnya. Transportasi yang sulit tidak membuatnya kehilangan semangat. Keuntungan besar berhasil dia raih dari bisnis kopra. Sayangnya, bisnis ini dia harus mengalami kebangkrutan. Karena Jepang melalui perusahaan Mitsubishi memonopoli perdagangan minyak kelapa. Harga komoditi ini hanya dijual Rp 1,80 setiap kalengnya, padahal harga pasaran kala itu sebesar Rp 6. Kerugian besar dialami oleh Eka Tjipta Widjaja.

Jatuh bangun mengembangkan bisnis

Eka memang tahan banting, bisnisnya yang jatuh tak mematahkan semangat untuk mencari peluang bisnis baru. Dia kemudian berjualan gula, makanan khas Makassar teng-teng, wijen dan kembang gula. Sayangnya ketika bisnisnya berada di titik kejayaan, harga gula mengalami penurunan drastis. Kerugian besar kembali diderita, modal yang dikumpulkan habis dan bahkan dia harus menanggung hutang. Dia terpaksa menjual dua mobil sedan, mobil jeep, perhiasan keluarga bahkan cincin kawin guna menutupi hutang bisnisnya.

Kondisi parah ini tak menyurutkan semangatnya untuk memulai bisnis. Dia mengembangkan bisnis leveransir dan berbagai kebutuhan lain. Bisnis yang dijalani ini pun harus mengalami kebangkrutan. Pada tahun 1950-an bisnisnya mengalami kesuksesan, sayangnya komoditi bisnisnya dijarah oleh oknum Permesta. Sehingga modal bisnisnya habis, tapi Eka pantang menyerah. Dia bangun lagi bisnisnya dengan penuh semangat.

Sukses dalam bisnis minyak, perbankan dan real estate

Era Orde Baru mengawali kesuksesan bisnisnya kembali. Dia mendirikan PT Tjiwi Kimia yang bisa menghasilkan 10.000 ton kertas. Dia berhasil membeli perkebunan kelapa sawit dengan luas 10 ribu hektar di daerah Riau pada tahun 1980-1981. Selain itu, dia juga mampu membeli mesin dan pabrik dengan kapasitas 60.000 ton, perkebunan teh dan pabrik teh dengan luas seribu hektar dengan kapasitas 20.000 ton. Pada tahun 1982, dia juga mampu membeli Bank Internasional Indonesia atau BII. Bank ini berkembang hingga mempunyai 40 cabang di berbagai kota dan memiliki aset hingga Rp 9,2 trilyun.

Bisnisnya berkembang pesat, tidak hanya merambah minyak, perbankan saja, tapi merambah bidang real estate. Apartemen dilengkapi pusat perdagangan, apartemen Green View, apartemen Ambassador, ruko, ITC Mangga Dua adalah beberapa properti yang berhasil dibangunnya.

“Saya Sungguh menyadari, saya bisa seperti sekarang karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan, dan selalu ingin menjadi hambaNya yang baik,” katanya mengomentari perjuangannya sehingga bisa sukses seperti saat ini. “Kecuali itu, hematlah,” tambahnya.

Ia menambahkan, jika ingin menjadi pengusaha besar, belajarlah mengendalikan uang. Jangan laba hanya Rp. 100, belanjanya Rp. 90. Dan kalau untung Cuma Rp. 200, jangan coba-coba belanja Rp. 210, “Waaahhh, itu cilaka betul!” ucapnya.

Para Cucu Konglomerat Indonesia

Nama-nama seperti Liem Sioe Liong, Mochtar Riady atau Eka Tjipta Widjaya bukan lah nama asing di negeri Indonesia, pengusaha kaya yang berhasil menurunkan bakat bisnis nya pada para penerusnya ini, kini diuji dengan kenyataan bahwa usaha rintisan nya harus diteruskan oleh generasi ketiga mereka. Cucu cucu yang jelas memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dengan pendahulunya apalagi mereka adalah lulusan sekolah-sekolah luar negeri, berikut cucu para konglomerat di Indonesia:

1. Axton Salim
Axton Salim salah satu orang yang digadang gadang akan menjadi penerus bisnis salim grup, Axton merupakan putra dari Anthony Salim. Kendati usia nya masih muda namun posisi nya di Salim grup cukup strategis.

Axton Salim menuntaskan pendidikan nya di University of Colorado dan berhasil meraih gelar Bachelor of Science Business Administration sebelum memulai karir nya sebagai karyawan di Credit Suisse, Singapura. Pada tahun 2004 Axton Salim memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan menjabat sebagai Marketing Manager PT Indofood Fritolay Makmur kemudian di tahun 2006 dia mendapatkan promosi sebagai asisten CEO Indofood Sukses Makmur Tbk, mendampingi sang ayah yang saat itu menjabat sebagai CEO & President Indofood.

Pada Januari 2007 Axton Salim mendapatkan tanggung jawab baru sebagai Direktur Indofood Agri Resources namun belum genap satu tahun disana, Axton Salim ditunjuk sebagai Non – Executive Director untuk perusahaan yang sama, selain itu Axton Salim juga dipercaya menjadi komisaris PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Tbk (LSIP) dan Komisaris PT Salim Ivomas Pratama serta Non-Executive Director PT Indolakto dan Pacsari Co.Ltd.

2. Daniel Halim
Daniel adalah putra dari Andree Halim sekaligus cucu dari Sudono Salim, dia lah orang yang digadang-gadang menjadi penerus usaha Salim Grup di Asia Tenggara terbukti dengan kepercayaan yang diberika kepadanya untuk mengelola sejumlah investasi salim grup di daerah Asia Tenggara, saat ini Salim grup menginvestasikan aset nya di Singfood Investment Pte. Ltd dan Tian Wan Enterprose Co. Ltd.

Daniel Halim juga mulai dipercaya sebagai Executive Director di Peaktop International Holdings Limited, salah satu perusahaan yang diakuisisi Salim Grup pada tahun 2005 silam. Selain di Peaktop, Daniel halim menjabat sebagai Direktur si Zhongguo Jilong Ltd.

3. Michael Riady
Michael adalah putra dari James Riady dan cucu dari Mochtar Riady pendiri Grup Lippo, Micheel yang saat ini berusia 29 tahun menjabat sebagai Presiden Direktur St Moritz Penthouses Residences, Proyek yang dikerjakan Michael adalah mega proyek St Moritz Penthouses Residences yang ditafsir menelan dana lebih dari Rp 11 triliun.

4. John Riady
John Riady adalah adik kandung dari Michael Riady, John yang kini berusia 23 tahun adalah lulusan Georgetown University dan pernah menjadi seorang bankir di Stephen Inc, Little Rock-Arkansas Amerika Serikat, mulai masuk ke Grup Lippo pada tahun 2007 kini John mengelola konten dan pemasaran Globe Asia.

5. Generasi Djarum
Ada tiga nama yang muncul sebagai penerus Grup Djarum yaitu Alaric Armand Hartono, Martin B. Hartono dan Victor Rachmat Hartono ketiga nya dipersiapkan untuk meneruskan usaha yang kini dibesarkan oleh Michael Bambang Hartono. Dan sang adik Robert Budi Hartono. Alaric Armand Hartono atau yang akrab disapa Armand ini menamatkan pendidikan pada 2004 di Columbia University dengan jurusan political philosophy dan industrial engineering, Armand sepertinya telah di plot untuk mengelola investasi Grup Djarum di PT Bank Central Asia (BCA) bukan tidak mungkin dia akan memimpin BCA.

Sedangkan Martin B. Hartono dan Victor Rachmat Hartono sudah dipersiapkan untuk mengelola PT Djarum, saat ini Victor telah menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) PT Djarum sementara Martin mengisi posisi sebagai Direktur PT Djarum.

6. Michael Jackson
Michael adalah putra dari Mukhtar Widjaja sekaligus cucu dari pendiri Sinar Mas Grup, Eka Tjipta Widjaja. Pria bernama lengkap Michael Jackson Purwanto Widjaja ini menyelesaikan pendidikan kuliahnya di University of Southern California kemudian setetlah lulus dia sempat menjadi karyawan biasa Top Tier Trading dan EuroRev Inc, LA. Namun ketika dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia Michael langsung menduduki jabatan sebagai Vice President Director PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Duta Pertiwi tdk, dan kini dia menjabat sebagai Vice President Director Asia Food & Property Ltd.

Sebenarnya masih banyak nama lagi yang bisa disebut sebagai penerus Sinar Mas Group selain Michael yaitu Jackson Wijaya Limantara, Oei Wikaw, Eric Oei Kang dan Ivena Widjaja.

7. Anindya Bakrie
Kelompok usaha Bakrie Group yang didirikan oleh Achmad Bakrie pada 10 februari 1942 kini mulai memasuki generasi ketiga, setelah Aburizal Bakrie yang saat ini menjadi pilarnya kini seperti nya dia telah memiliki pilihan untuk meneruskan bisnis nya, Anindya Novyan Bakrie adalah penerus yang dirasa tepat untuk meneruskan kesuksesan Bakrie Group. Anin sapaan Anindya Bakrie sudah memiliki insting bisnis yang terlihat sejak muda maka tak heran pria yang belum genap berusia 38 tahun ini dipercaya menjadi CEO Bakrie telecom dan Visi Media meliputi Antv, Tvone dan VIVAnews.

Anin terbukti memiliki kemahiran bisnis setelah mampu menangani Antv yang hampir bangkrut pada tahun 2000 menjadi Station Tv yang bebas dari hutang dalam waktu 2 tahun, Begitu juga saat ada di Bakrie Telecom (BTEL) yang tadinya hanya memiliki 100 ribuan pelanggan namun di tangan nya BTEL mmapu memiliki pelanggan puluhann kali lipat.

Anin juga dipercaya memimpin sejumlah lembaga sosial Bakrie group seperti Bakrie untuk Negeri,Bakrie Center Foundation dan Bakrie Learning Center serta Yayasan Pendidikan Bakrie.

8. Solichin Jusuf Kalla
Bisnis Grup Kalla merupakan warisan dari ayah Yusuf Kalla dengan nama NV Hadji Kalla yang berpusat di Makasar pada awalnya, Bisnis trading merupakan bisnis awal yang digeluti oleh keluarga ini.

Pada tahun 1982 NV Hadji Kalla mengalami perkembangan pesat di tangan Yusuf Kalla, bidang usaha otomotif, perdagangan dan konstruksi merupakan bisnis andalan NV Hadji Kalla di Industri timur.

Solichin Jusuf Kalla yang akrab disapa Ihin ini merupakan satu satunya putra Yusuf Kalla, Setelah menyelesaikan pendidikan nya pada 1999 di Pittsburg University seterusnya Ihin menjabat sebagai direktur PT Bukaka Lintastama, Komisaris PT Bukaka teknik utama.

Profil Eka Tjipta Widjaja – Hanya Tamat Sekolah Dasar

Eka Tjipta Widjaja adalah orang Indonesia yang awalnya lahir di Cina. Beliau lahir di Coana Ciu, Fujian, Cina dan mempunyai nama Oei Ek Tjhong. Ia lahir pada tanggal 3 Oktober 1923 dan merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Ia pindah ke Indonesia saat umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang saat itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Di Indonesia, Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang serba kekurangan. Untuk bisa pindah ke Indonesia saja, ia dan keluarganya harus berhutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak kecil.

Pendidikan

Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, maupun gelar-gelar yang lain yang disandang para mahasiswa ketika mereka berhasil menamatkan studi. Namun beliau hanya lulus dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal ini dikarenakan kehidupannya yang serba kekurangan. Ia harus merelakan pendidikannya demi untuk membantu orang tua dalam menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Saat baru pindah ke Makassar, Eka Tjipta Widjaja memang mempunyai hutang kepada seorang rentenir dan setiap bulan dia harus mencicil hutangnya tersebut.

Keluarga

Eka Tjipta Widjaja mempunyai keluarga yang selalu mendukungnya dalam hal bisnis dan kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Melfie Pirieh Widjaja dan mempunyai 7 orang anak. Anak-anaknya adalah Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja. Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai orang yang banyak mempunyai istri atau poligami.

Perjalanan Bisnis

Dalam hal bisnis, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang yang unggul dalam mengembangkan bisnis yang telah dia rintis. Ini terbukti dengan hasil karyanya dalam membangun bisnis di Indonesia ini. Ia sudah menekuni dunia bisnis sejak dia masih berumur sangat muda yaitu umur 15 tahun. Ia mengawali karir bisnisnya itu hanya dengan bermodalkan sebuah ijasah SD yang dimilikinya. Dia berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian dia jajakan secara eceran dan hal tersebut bisa mendapatkan untung yang lumayan.

Namun bisnisnya itu tak bertahan lama karena adanya pajak yang besar pada saat itu karena Jepang menjajah Indonesia. Pada tahun 1980, ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya yaitu menjadi seorang entrepreneur seperti masa mudanya dulu. Ia membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tak tanggung-tanggung, beliau juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang dia bangun berkembang sangat pesat dan dia memutuskan untuk menambah bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh. Selain berbisnis di bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis bank. Ia membeli Bank Internasional Indonesia dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Namun setelah beliau kelola, bank tersebut menjadi besar dan memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya 2 cabang dan asetnya kini mencapai 9,2 trilliun rupiah. Bisnis yang semakin banyak membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan kaya. Ia juga mulai merambah ke bisnis kertas. Hal ini dibuktikan dengan dibelinya PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700 ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinarmas Group ini juga membangun ITC Mangga Dua dan Green View Apartment yang berada di Roxy, dan tak ketinggalan pula ia bangun Ambassador di Kuningan.

Rekam Jejak Kekayaan Eka Tjipta Widjaja

Eka Tjipta Widjaja sudah masuk daftar orang terkaya di Indonesia sejak pertama kali majalah bisnis dunia, forbes, merilis daftar orang terkaya khusus Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun-tahun sebelumnya forbes hanya merangking orang terkaya di Asia Tenggara dan belum membuat peringkat khusus untuk Indonesia. Berikut selengkapnya peringkat terkaya yang diraih Eka Tjipta Widjaja.

  •  2013: peringkat #2 terkaya Indonesia, kekayaan 7,0 miliar dolar AS
  • 2012: peringkat #2 terkaya Indonesia, kekayaan 7,7 miliar dolar AS
  • 2011: peringkat #3 terkaya Indonesia, kekayaan 8,0 miliar dolar AS
  • 2010: peringkat #3 terkaya Indonesia, kekayaan 6,0 miliar dolar AS
  • 2009: peringkat #5 terkaya Indonesia, kekayaan 2,4 miliar dolar AS
  • 2008: peringkat #8 terkaya Indonesia, kekayaan 950 juta dolar AS
  • 2007: peringkat #5 terkaya Indonesia, kekayaan 2,8 miliar dolar AS
  • 2006: peringkat #3 terkaya Indonesia, kekayaan 2,0 miliar dolar AS
  • 2005: peringkat #5 terkaya Indonesia, kekayaan 710 juta dolar AS (peringkat #26 Asia Tenggara)

Jaringan Bisnis Sinar Mas Group

  • Pengembang dan Realestat : Sinarmas Land
    • Proyek Perkotaan
      • BSD City (Kota Tangerang Selatan)
      • Kota Deltamas (Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi)
      • Kota Wisata (Cibubur, Jakarta Timur)
      • Grand Wisata (Bekasi)
    • Proyek Perumahan
      • Balikpapan Baru
      • Banjar Wijaya
      • Grand City Balikpapan
      • Legenda Wisata
      • Li Shui Jin Du Chengdu (Shenyang, Cina)
      • Li Shui Jin Yang Shenyang (Chengdu, Cina)
      • Wisata Bukit Mas Surabaya
      • Taman Duta Mas Batam
      • Taman Permata Buana
      • Telaga Golf Sawangan
    • Proyek Komersial dan Industri
      • Orchard Towers Singapura
      • BSD Techno Park
      • Greenland International Industrial City (GIIC) Deltamas
      • Karawang International Industrial City (KIIC)
      • Plaza BII
      • Wisma BCA BSD City
      • Wisma BII Medan
      • Wisma BII Surabaya
      • Wisma Eka Jiwa
    • Pusat Perdagangan dan Retail
      • ITC Mangga Dua
      • DP Mall Semarang
      • Harco Mas Mangga Dua
      • ITC Cempaka Mas
      • ITC BSD
      • ITC Kuningan
      • ITC Depok
      • ITC Fatmawati
      • ITC Permata Hijau
      • ITC Roxy Mas
      • ITC Surabaya Mega Wholesale
      • Mal Ambasador
      • Mal Mangga Dua
    • Hotel, Resort, dan Golf
      • Damai Indah Golf – BSD
      • Damai Indah Golf – PIK
      • Grand Hyatt
      • Kota Bunga
      • Le Grandeur Jakarta
      • Le Grandeur Balikpapan
      • Palm Resort Johor (Malaysia)
      • Palm Spring Golf Batam
      • Sedana Golf Karawang
  • Jasa Keuangan : Sinar Mas Multiartha
    • Asuransi Umum: Asuransi Sinar Mas
    • Automotif Financing:
      • Sinar Mas Multifinance
      • OTO Multiartha
    • Perbankan: Bank Sinarmas
    • Sekuritas: Sekuritas Sinarmas
    • Asuransi Jiwa
      • Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
      • Mega Life
    • Pengembangan Sinar Mas Multiartha
      • Job Search Portal : Jobstreet.co.id
      • Drinking Water: Super Wahana Tehno
  • Agribisnis dan Makanan
    • SMART Agribusiness and Food
    • Golden Agri Resources
  • Energi dan Infrastruktur
    • Sinarmas Energy and Mining
      • BIB Block (area proyek 24.100 ha)
      • KIM Block (area proyek 2.610 ha)
      • TKS Block (area proyek 11.455 ha)
    • Trading Energi : PT Rolimex Kimia Nusamas
    • Infrastruktur: PT DSSA Mas Sejahtera
      • Pengembangan Multimedia DSSA: PT Mora Quatro Multimedia
    • Power and Steam Generation
  • Sinarmas Pulp and Kertas
    • Bidang
      • Packaging
      • Paper
      • Tissue
      • Services: IMPERIA Printing & Packaging
    • Brand Terkenal
      • Bola Dunia
      • Mirage
      • Sinar Dunia
  • Telekomunikasi
    • Smartfren